Jumat, 11 Maret 2016

Introducing : Electrical Mat



PROPOSAL PENELITIAN
 “PIKNIK DENGAN LISTRIK”

 

DISUSUN OLEH:
XI IPA 1
KLAUDIA LEO / 20
LAURENCE THALIA / 21
TAMARIN TANDRA / 32

SMA SANTA URSULA
JALAN POS NOMOR 2, JAKARTA PUSAT


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Energi listrik merupakan energi yang kita gunakan untuk kepentingan sehari-hari. Energi listrik merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharaui. Energi listrik sekarang ini sudah semakin menipis. Di Indonesia, pemerintah telah memberi gerakan penghematan listrik.
Saat ini, para ahli telah banyak menemukan berbagai alat pembangkit tenaga listrik, seperti PLTU, PLTA, termasuk PLTS. Dengan keadaan geografis di Indonesia yang hampir sepanjang tahun panas dan disinari matahari, panel surya merupakan alat yang optimal untuk dimanfaatkan menjadi energi listrik.
Panel surya adalah alat yang terdiri dari sel surya, aki, dan baterai yang dapat mengubah cahaya menjadi listrik. Panel surya menghasilkan arus listrik searah atau DC. Untuk menggunakan berbagai alat rumah tangga yang berarus bolak-balik atau AC, dibutuhkan converter (alat pengubah arus DC menjadi AC).
Dewasa ini, manusia tidak bisa lepas dari energi listrik. Energi listrik sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Hampir semua aktivitas yang kita lakukan melibatkan listrik, mulai dari memasak, belajar, bekerja, dan lain-lain.
Listrik sudah menjadi kebutuhan pokok yang harus terpenuhi dalam keseharian kita. Ketidakadaan listrik menjadi masalah yang cukup besar bagi manusia. Namun, tidak semua tempat yang kita kunjungi memiliki stop kontak sebagai sarana arus listrik. Salah satunya adalah di area piknik, yang tidak memungkinkan adanya stop kontak. Saat piknik, kita tetap menggunakan alat elektronik. Piknik yang berlangsung lama tanpa adanya stop kontak sangat menghalangi kegiatan kita apabila alat elektronik yang kita butuhkan sudah low battery dan tidak bisa digunakan lagi.
Berkaitan dengan hal ini, penulis tertarik untuk merancang alat sebagai perwujudan teori Pembangkit Listrik Tenaga Surya bernama Tikar Listrik. Tikar yang biasa digunakan saat piknik akan ditambahkan panel surya, sehingga saat piknik kita tidak akan kekurangan energi listrik dari adanya Tikar Listrik ini. Dengan adanya Tikar Listrik, masalah kebutuhan energi listrik saat piknik akan teratasi.


BAB II
LANDASAN TEORI

Sel surya atau sel photovoltaic, adalah sebuah alat semikonduktor yang terdiri dari sebuah wilayah-besar diode p-n junction, di mana, dalam hadirnya cahaya matahari mampu menciptakan energi listrik yang berguna. Pengubahan ini disebut efek photovoltaic. Bidang riset berhubungan dengan sel surya dikenal sebagai photovoltaics. Sel surya memiliki banyak aplikasi. Mereka terutama cocok untuk digunakan bila tenaga listrik dari grid tidak tersedia, seperti di wilayah terpencil, satelit pengorbit bumi, kalkulator genggam, pompa air, dll. Sel surya (dalam bentuk modul atau panel surya) dapat dipasang di atap gedung di mana mereka berhubungan dengan inverter ke grid listrik dalam sebuah pengaturan net metering. Banyak bahan semikonduktor yang dapat dipakai untuk membuat sel surya diantaranya Silikon, Titanium Oksida, Germanium, dll.
Sel surya dapat dianalogikan sebagai divais dengan dua terminal atau sambungan, dimana saat kondisi gelap atau tidak cukup cahaya berfungsi seperti dioda, dan  saat disinari dengan cahaya matahari dapat menghasilkan tegangan. Ketika disinari, umumnya satu sel surya komersial menghasilkan tegangan dc sebesar 0,5 sampai 1 volt, dan arus short-circuit dalam skala  milliampere per cm2. Besar tegangan dan arus ini tidak cukup untuk berbagai aplikasi, sehingga umumnya sejumlah sel surya disusun secara seri membentuk modul surya. Satu modul surya biasanya terdiri dari 28-36 sel surya, dan total menghasilkan tegangan dc sebesar 12 V dalam kondisi penyinaran standar (Air Mass 1.5). Modul surya tersebut bisa digabungkan secara paralel atau seri untuk memperbesar total tegangan dan arus outputnya sesuai dengan daya yang dibutuhkan untuk aplikasi tertentu. Gambar dibawah menunjukan ilustrasi dari modul surya.
https://teknologisurya.wordpress.com
      
Untuk menggumpulkan sel surya, kita harus memiliki komponen untuk menggumpulkan sel surya yaitu panel surya. Panel surya adalah perangkat rakitan sel-sel fotovoltaik yang  mengkonversi sinar matahari menjadi listrik. Ketika memproduksi panel surya, produsen harus memastikan bahwa sel-sel surya saling terhubung secara elektrik antara satu dengan yang lain pada sistem tersebut. Sel surya juga perlu dilindungi dari kelembaban dan kerusakan mekanis karena hal ini dapat merusak efisiensi panel surya secara signifikan, dan menurunkan masa pakai dari yang diharapkan.

Kamis, 21 Januari 2016

Persiapan Ujian

Hai teman-teman!!!
Sudah lama sekali gue ga nge-post yaaa:(
Masalahnya nih guys, gue sekarang lagi ada di bangku kelas 12 semester dua dan itu artinya sebentar lagi dikabarkan akan terjadi badai ujian!!!!!!!!!!!!
Belum lagi untuk mempersiapkan perguruan tinggi.. huhuhu...
Tapi it's okay. Don't worry be happy because Tamarin is here:D

(teacherdanmax.wordpress.com)


So, strategi gue buat mempersiapkan badai ujian yang telah dikabarkan oleh BMKG ini adalah :
1. Berdoa
2. Belajar
3. Makan
4. Tidur

Ya. Strategi gue cukup simpel bukan? Pertama-tama kita harus berdoa untuk meminta penyertaan Tuhan dalam bulan-bulan ujian ini. Kedua kita harus BELAJAR tentunya supaya dapat nilai bagus. Ketiga kita harus makan biar tetep hidup. Dan tentunya juga kita harus tidur biar ga dikira zombie besok paginya.

Apakah gue punya strategi yang lebih spesifik lagi?
Hmmm... apa ya..
Gue ini tipe orang yang gabisa belajar sambil diem karena pasti 2 menit aja udh bosen rasanya kayak 2 jem. Oleh karena itu, gue biasanya belajar sambil gerak-gerak. Entah itu sambil jalan-jalan, sambil makan, atau mungin sambil mandi(?). Itu semua bisa membantu gue untuk belajar dalam jangka waktu yang lebih lama karena rasa bosan terkurangi.

Oh ya! Jangan lupa JAGA KESEHATAN. Karena sakit itu sangat amat membuat lo jadi pengen tidur hibernasi 24 jam dan TIDAK PRODUKTIF. Ditambah lagi rasanya gaenak dan ga nafsu makan. Dengan demikian sakit di bulan-bulan ini itu NO.

Oke deh sekian cerita gue tentang persiapan ujian kelas 12 ini. Semoga 4 bulan ini bisa gue dan teman-teman jalani dengan kondisi MAKSIMAL. Kalau begitu, sekarang gue permisi belajar lagi ya guys... byee..!


Kamis, 22 Oktober 2015

The Fault In Our Star

This is the last I promise.
(For today ;)

This book brought me to tears, left me in awe! Check it out, everybody!



Hazel Grace was a 16-years-old teenage girl who has been diagnosed with lung cancer and has been forced by her parents to attend a Cancer Kid Support Group. At first, she was reluctant to go to the support group, but she soon realized that it was a good idea. Then, she suddenly met 17-years-old boy named Augustus Waters–often called Gus–, an ex-basketball player and amputee. He was there to support their mutual friend, Isaac. Gus was a charming and witty boy. He has had osteosarcoma, a rare form of bone cancer, but he was cancer free after having his leg amputated.

Hazel and Gus embarked on a roller coaster ride of emotions, icluding love, sadness, and romance. They both loved to read a book named An Imperial Affliction –which Hazel recommended to Gus– and traveled to Amsterdam in search of Peter Van Houten, the author of the book. While on their trip, Gus broke some heartbreaking news to Hazel about his cancer has returned and spread everywhere, but he’ll fight his cancer for her. Then, it started to feel like both of their worlds fall apart around them. In the end of the story, Gus died and Hazel kept living her life knowing that till the end Gus was still in a deep love with her and used all of his last strength to care and think about her.


From this book, first I’ve learned that I definitely have to be grateful for having a health body. Thinking about other teens who have cancer and has spending their short life with the pressure of death is so horrible. But this book made me think that death is not so scary anymore if you spend your life by loving and being loved by other people. Spending time with someone you love, caring about each other, and willing to give everything to make them happy. That makes life beautiful so you’re not afraid to let it go.

Katie and The Cupcake Cure

And one more book to share:)
This is so cute I can't resist!


Katie wasn’t the type of girl to worry about the beginning of middle school. Until her best friend semi-dumped her at the bus stop on the first day of classes. As the day went on, her friend kept ignoring her and things began to go wrong.

After her best friend ditched her for a new group of friends called the Popular Girls Club, Katie was left alone and started to wonder if there’s an Unpopular Girls Club she could joined. Luckily, Katie found her way with a great new group of friends and together they form their own club, The Cupcake Club. It was because her new friends, Mia, Alexis, and Emma impressed with Katie’s cupcake –she and her mom are both cupcake enthusiasts –and so Katie promised to bring them a special cupcake the next time she and her mom make some. From there, they became fast friends and helped each other navigating middle school.


From the book, I’ve learned that friendship has nothing to do with popularity. It is something that came through sincerity. A true friend is someone who always there for you, happy and suffer with you, someone who can makes you dance on an awful day.

Shiloh

This book is really good. I should share it to you:)



The novel begins when a young beagle follows 11-year-old Marty as he takes a walk up in the hills on the road past the old Shiloh schoolhouse near Friendly, West Virginia. Because of the dog looks miserable, Marty’s sure the dog's owner is abusing him. Marty feels protective of the dog, and names him Shiloh.

Marty's father thinks the dog belongs to Judd Travers, who recently got another hunting dog. Marty doesn't like Judd or trust him. Marty saw Judd cheat Mr. Wallace in the corner store, Marty knows that Judd kills deer out of season, and he hates that Judd chews tobacco and tries to spit it close to people he doesn't like. When Marty's father takes him to Judd's trailer to return Shiloh, Marty sees Judd kick Shiloh and pleads with Judd to stop kicking the dog.

Marty can't stop thinking about Shiloh. He decides that he has to buy Shiloh from Judd. Marty starts collecting cans and bottles to try to make some money, but realizes it will take him forever to raise enough money to buy Shiloh. Before long, Shiloh runs away from Judd again and ends up at Marty's house. This time, Marty hides Shiloh in a makeshift pen just off the path that leads up the hill behind his house. He makes sure Shiloh has water and protection from the weather. Marty becomes attached to Shiloh as he continues to care for him — taking Shiloh on long walks, playing with him, and feeding him whatever he can manage to save from his own meals.


However, Judd comes closer and closer to finding Shiloh, who Marty has hidden in the woods. Then when Marty discovers that Judd is poaching, he blackmails him and makes a deal to work for Judd to pay for the dog. During the time he works for Judd, Marty gains understanding about Judd and feels almost sorry for him. Marty can finally see Judd as a person who doesn't know how to care about other people or animals. In the end of this book, Marty and Shiloh are allowed to be together.

Overall, I love this book so much. I love the idea about animal rights and animal–human relationships. We fall in love with dogs and owned by others. To be honest, I’m a dog lover. I love playing with dogs. In this book, I like the most when Marty works for Judd to pay for Shiloh. In this part, Marty showed that he loved Shiloh so much and doesn’t want him to suffer. The part I don’t like the most is when Judd abusing Shiloh. I feel sorry for Shiloh. The moral of this story are respect the animal rights, friendship, and responsibility like what Marty did. 

Tiga Bungkus Indomie dan Tempe Goreng

Halo semua! Ini adalah post gua yang ke 12. Wah udah lumayan banyak ya post nya. 
Yak! Jadi kali ini gua akan menceritakan mengenai pengalaman gua selama Live In di kelas 11, tepatnya 1 tahun yang lalu. Karena setahun yang lalu gua masih muda banget (ciaelah) jadi nyebutnya pake aku aja ya!

Pada tanggal 15-21 Januari 2015, seluruh siswi SMA Santa Ursula Kelas XI mengadakan Live In ke desa Boro, kabupaten Kulonprogo, DIY. Aku dipasangkan dengan Vio XI SOS 1 dan kami tinggal di kediaman Bapak Endro Setiawan lingkungan St. Yusuf Boro Gunung. Beliau memiliki seorang istri bernama Ibu Yustin serta dua orang anak laki-laki, bernama –kami menyebutnya–  Mas Erich dan Zandro. Mas Erich telah menyelesaikan pendidikannya dan merantau ke berbagai pulau di Indonesia. Ia sedang dalam masa cutinya sehingga berada di kampung. Si putra bungsu Zandro sekarang sedang duduk di kelas 5 SD Marsudirini, Boro. Kami berdua tentunya sangat diterima dan bahkan aku sendiri merasa seperti anak kandung dalam keluarga tersebut.

Pengalaman yang paling berkesan bagiku selama 4 hari Live In bertempat pada hari Sabtu, 17 Januari 2015. Saat itu Bapak, Ibu, Mas Erich, Zandro, Aku, dan Vio baru saja pulang dari gereja. Jam di rumah sudah menunjukkan pukul 18.30 namun Ibu belum menyiapkan makan malam sama sekali. Akhirnya, sesampainya di rumah Ibu, aku, dan Vio bersama-sama memasak makan malam. Bapak dan Mas Erich memberi makan babi yang sedang meraung-raung karena sudah lewat jam makannya. Zandro yang bosan karena tidak memiliki pekerjaan akhirnya ikut memasak bersama aku, Ibu, dan Vio. Namun alhasil, Zandro malah dimarahi Ibu karena bukannya membantu malah membuat onar. Saat itu kami hanya memasak 3 bungkus Indomie dan menggoreng tempe karena cukup praktis. Ibu yang ahli dalam hal potong-memotongpun mengambil bagian itu. Mulai dari bawang merah, bawang putih, daun seledri, daun bawang, sampai tempe pun dipotongnya dengan rapi dan sama rata. Vio membantu Ibu memotong dan mengupas bawang sedangkan aku membantu menggoreng bawang merah dan tempe, meski dengan keahlian memasakku yang pas-pasan. Zandro sangat membantu ketika ia menyorotkan sinar senter ke arahku yang tidak terbiasa menggoreng dalam kegelapan. Ibu menutup kegiatan memasak kami dengan merebus mie dan beberapa sayuran ke dalam air mendidih. Setelah semua lauk siap, aku dan Vio menyiapkan 6 buah piring dan 6 pasang sendok garpu. Kemudian kami memanggil Bapak dan Mas Erich untuk makan malam. Setelah semua anggota keluarga berkumpul, kami berdoa dan menyantap makan malam bersama.

Suasana yang kurasakan saat itu sangatlah hangat. Sederhana namun berarti. Hanya dengan tiga bungkus Indomie dan tempe goreng, kami dapat mengisi perut sambil bersenda gurau dengan anggota keluarga yang lain. Kebersamaan itulah yang masih membekas di hatiku sehingga aku memilih peristiwa ini sebagai pengalaman yang paling berkesan. Berada di rumah yang penuh dengan anggota keluarga saja sudah menjadi suatu keberuntungan bagi aku dan Vio.


Bapak Endro dan istrinya adalah orang yang sangat setia kepada Tuhan dan selalu mencariNya. Keluarga Bapak Endro memang tidak sekaya orang-orang di Jakarta. Uang yang mereka miliki mungkin tidak sebanyak orang-orang kaya di Jakarta. Namun mereka selalu bersyukur atas apa yang mereka miliki. Mereka masih bisa merasakan kebahagiaan setiap harinya karena mereka menyadari harta yang paling berharga di dunia ini bukalah uang dan menghargainya. Mereka bahkan mungkin merasakan kehangatan yang lebih besar daripada orang-orang di Jakarta yang selalu sibuk mencari uang. Tuhan memang selalu memberikan umatNya sesuai dengan apa yang mereka perlukan.
(kiri-kanan : Mas Erich, Aku, Bapak, Vio ; depan : Ibu, Sandro)

Selasa, 20 Oktober 2015

Negeri 5 Menara

Hai semuaa! Apa kabarnya? 
Hari ini gua mau nge-post mengenai satu buku yang bagus banget yang udah gua baca. Judulnya adalah Negeri 5 Menara. Ga asing lagi kan di telinga kalian? Yap, selain buku, Negeri 5 Menara juga sudah di-film-kan. Hayo.. siapa yang belum baca bukunya?

Nah, berikut ini gua bikinin sinopsisnya...





Seumur hidupnya, Alif tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya dilalui dengan berburu durian runtuhdi rimba Bukit Barisan, main bola di sawah dan mandi di air biru Danau Maninjau. Tiba-tiba dia harus melintasi punggung Sumatera menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah ibunya : belajar di pondok.Di hari pertama di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan “mantera” sakti man jadda wajada. Siapa yang bersunguh-sungguh pasti sukses. Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai, Alif berteman dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung, dan Baso dari Gowa. Di bawah menara masjid, mereka menunggu Maghrib sambil menatap awan lembayung yang berarak ke ufuk.Awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Ke mana impian membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah : jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apapun. Tuhan sungguh Maha Mendengar.

Kamis, 15 Oktober 2015

Why Does It Rain?

There are three different ways of turning moist air into cloud, so that it rains or snows. 
Rain - and other forms of precipitation - occur when warm moist air cools and condensation occurs. 
Since warm air can hold more water than cool air, when the warmer air is cooled the moisture condenses to liquid - and it rains.

Source : http://www.hdwalley.com

Frontal rain

Frontal rain occurs when two air masses meet. When a warm air mass meets a cold air mass, they don't mix as they have different densities (a bit like oil and water). Instead, the warm less dense air is pushed up over the cold dense air creating the 'front'. As a result, much like when air is forced up over mountains, the warm less dense air cools, and the water vapour condenses into water and falls as raindrops. This type of rain can happen anywhere in the UK.

Orographice rain

Orographic rain is rainfall produced as a result of clouds formed from the topography - or shape - of the land. Where there is high ground moist air is forced upwards producing cloud and potentially, precipitation.
Mountainous areas close to prevailing westerly winds are most likely to experience this type of rainfall. The geography of the UK means that this type of rainfall is most common in the north and west of the UK where warm moist air from the Atlantic cools as it is forced upwards over high altitudes.

Convective rain

Convective rain is produced by convective cloud. Convective cloud is formed in vertical motions that result from instability of the atmosphere. One way that the atmosphere can become unstable is by heating from the sun. The ground warms up, causing moisture in the ground to evaporate and rise, and the hot ground also heats the air above it. As the water vapour rises, it cools and condenses into clouds and eventually rain.
When you heat the air from below like this, much like in a boiling kettle, you tend to get "bubbles" of rising air, known as updraughts. These are much smaller than the large-scale lifting of air that occurs at fronts and over mountain ranges. This tends to give us smaller areas of rain, with clear spells in between, commonly referred to in the UK as "sunshine and showers".
This type of rainfall is most common in the south and east of the UK, where it is typically warmer. This area is also prone to very heavy showers and thunderstorms, this is because the warmer air can hold more water.
Sometimes, you can get all three types of rain at once, and this can lead to severe flooding.

Want to read more ?

Rabu, 14 Oktober 2015

PoCheeBa

Haiii! Kembali lagi bersama gue hahaha kayak di radio aja.
Oke. Jadi di artikel gua kali ini gua mau membahas tentang hobi gua yang lain yaitu memasak sesuatu yang aneh (?)

Bingung ya? Gua juga bingung jelasinnya. Ya intinya membuat sesuatu yang bisa dimakan dari bahan-bahan yang ada di rumah. Hehehe, udah terdengar simpel kan?

Jadi sekarang gua mau memperkenalkan salah satu ciptaan gua yang gua beri nama PoCheeBa alias Potato Cheese Bacon. Bahan-bahan yang digunakan simpel banget kok, cuma kentang (apa aja), keju mozarella (atau keju yang lain sesuai selera), bacon, telur, dan tepung roti.


(http://laurainthekitchen.wikia.com)


Nah, cara membuatnya adalah sebagai berikut : 
(hasil : kurang lebih 20-25 biji)

1. Rebus 5 buah kentang ukuran sedang sampai matang, kemudian tumbuk sampai halus dan kumpulkan dalam mangkuk, sisihkan.

2. Potong keju mozarella menjadi blok-blok persegi panjang (1cm x 1 cm x 7 cm) sampai sekitar 20-25 biji.

3. Balut masing-masing blok keju mozarella dengan bacon sampai semua permukaannya tertutupi. 

4. Tutupi permukaan keju+bacon dengan kentang tumbuk sampai setebal kurang lebih 0.5 cm.

5. Kocok telur secukupnya, lalu masukkan kentang+bacon+keju tadi ke dalam kocokan telur dan gulingkan di atas tepung roti.

6. Goreng sampai berwarna kecoklatan.

Nah itu dia resepnya. Mudah kan? Kalo masalah rasa sih, kata keluarga enak, apalagi cocok jadi snack sambil nonton tv. Bahan-bahannya juga sebagian besar ada di rumah atau dapat dicari di minimarket terdekat. Waktu pembuatannya juga ga lama kok, hanya sekitar 30 menit di luar merebus kentang.

Oke deh, sampai situ saja ya. Kalo kalian ada waktu, boleh deh dicoba di rumah masing-masing. Bye-bye!


Jumat, 09 Oktober 2015

Live Up Your Adrenaline

Halo halo!
Akhirnya kita ketemu lagi!
Kali ini gua pengen ceritain tentang salah satu hobi yang gua miliki.

Sebenernya hobi gua itu banyak, tapi banyakan kagak bermutu hahaha. Oleh karena itu, sekarang gua akan mengulas sedikit mengenai hobi gua yang agak bermutu.

Gua itu adalah tipe orang yang suka sekali dengan tantangan. Apalagi hal-hal yang bisa bikin gua deg-degan. Nampaknya, dari judul post gua kali ini aja kalian udah bakal bisa menebak apa hobi gua yang satu ini. Ya, gua suka melakukan olahraga ekstrem yang bikin jantung mau copot tapi serunya ga abis-abis! 

Memang sih, hobi gua yang satu ini masih belom bisa disebut hobi karena jarang gua lakuin. Maklum, kegiatan ini membutuhkan pengorbanan waktu dan uang yang begitu besar, sedangkan status gua saat ini masih pelajar. Akan tetapi, gua tidak pernah melewatkan kesempatan untuk melakukannya ketika bisa. Beberapa extreme sport yang telah gua lakukan sampai saat ini adalah parasailing, flying fish, rock climbing, ATV, scuba diving, cliff jumping, jet skiing, dan beberapa watersport lainnya. (Sebagai tambahan gua juga suka banget sama amusement park).

Berikut ini adalah salah satu foto pengalaman gua ketika parasailling di Thailand :



Gua merasa sedih banget guys karena kesibukan gua yang meraja lela ini, gua udah lama banget ga melakukan hobi gua yang satu ini. Gua mulai merasa hidup gua menjadi semakin boring (ciaelah).. Ya intinya begitu deh. Kalian yang mempunyai hobi yang sama juga pasti mengerti kan hahaha...

Oleh karena itu, gua sudah bertekad. Selesai kelas 12 nanti gua akan ngelakuin extreme sport lagi. Target gua selanjutnya adalah bungee jumping atau kalau ngak paragliding. Udah lama banget gua pengen ngelakuin dua macam olahraga itu tapi ga kesampaian mulu. Doakan semoga keinginan gua itu tercapai ya guys!

Nah, sekedar info aja nih. Paragliding atau yang di Indonesia disebut paralayang itu boleh dilakukan oleh semua umur (disarankan 14-60 tahun). Namun bagi kalian yang masih di bawah 18 tahun harus mendapat izin dari orangtua/wali. Oleh karena itu bagi peminat yang umurnya dibawah 18 tahun jangan datang sendirian ya, nanti malah disuruh pulang lagi hehehe... 

Kamis, 08 Oktober 2015

The World I Have Is In God

Hai hai hai!
Aduh udah kangen nih ngepost di blog.
Pasalnya, selama tiga hari gua baru aja menyelesaikan rangkaian retret yang diadakan oleh sekolah tercinta.

Ya, retret diadakan dari tanggal 5-7 Oktober 2015 dan dilanjutkan Gelombang 2 tanggal 7-9 Oktober 2015. Tapi karena gua ikut yang Gelombang 1 maka hari ini gua bisa duduk depan leptop dan mengetik artikel ini.

Jadi sekarang gua mau cerita aja deh sekilas mengenai pengalaman gua selama retret. Tempatnya adalah Rumah Retret Puri Asih, Gadog. Mungkin beberapa dari kalian udah tau tuh tempatnya. Pertama kali nyampe sana, gua dan 43 teman gua lainnya dibagi-bagi ke dalam beberapa kamar. 1 kamar ada yang berdua dan ada yang bertiga. Bagi yang belum pernah kesana, penasaran kan sama kamarnya? Makanya gua udah sengaja fotoin kamarnya buat kalian guys:) 

(Disini gua sekamar sama Ghea dan Memes)

Nah, selama 3 hari di tempat ini, gua kembali lagi disadarkan akan iman gua kepada Yesus Kristus. Sebenernya seberapa deket sih gua dengan Tuhan selama ini. Seberapa jauh sih gua udah menarik diri dari Tuhan karena kesibukan gua di SMA ini, terutama di kelas 12. Dan gimana caranya gua bisa menyertakan Tuhan dalam setiap keputusan dan tindakan yang akan gua ambil selanjutnya. 

Bukan cuma itu, gua dan teman-teman gua juga kembali diingatkan akan sikap kita ketika merayakan perayaan ekaristi. Gua sendiri sadar akan kesalahan gua yang selama ini suka dateng telat waktu misa, apalagi di tengah-tengah misa gua suka banget ngelamun. Padahal, ekaristi itu adalah the greatest gift yang udah Tuhan berikan buat kita untuk menyampaikan segala keluh kesah dan permohonan kita kepadaNya.

Setelah pulang dari retret, gua merasa telah diperbaharui lagi. Gua juga bertekad untuk berubah, terutama gaboleh lagi dateng telat dan ngelamun pas misa hehehe.

Jadi intinya, gua merasa banget bahwa retret ini membawa pengaruh positif bagi kehidupan gua selanjutnya. So gua rekomendasiin banget nih bagi sodara-sodara Katolik gua dimanapun kalian berada. Kalo ada kesempatan retret jangan disia-siakan, ikut aja! Tapi kalian tetep harus mengikutinya dengan sepenuh hati ya! Niscaya setelahnya kalian akan mendapatkan pencerahan dari Tuhan dan merasakan pembaharuan kayak gua.

Oh ya! Setelah pulang retret, gua dan Angela ga lupa juga buat selfie bareng.


Gimana? Udah ada cahaya putih di atas kepala kita kah?

Oke deh. Sekian aja untuk post yang kali ini. Byebye!

About Me

Hola!
This is me:

Tamarin Tandra

Anak Sanur
Januari '99
Suka Makan
Suka Tidur
Ga Fotojenik samsek
Kelas Berat
Katolik
Anak Baik-Baik

Welcome To My Blog!

Hai Kamu! 
Iya Kamu:)

SELAMAT DATANG DI BLOG INI

Disini pastinya kamu bisa menemukan seseorang yang jauh lebih freak dari kamu.

SEMOGA BLOG INI BERMANFAAT!

-Aku-

Kamis, 24 September 2015

My Home

Hai! Akhirnya kita ketemu lagi di post ke-6 gua.
Kali ini, gua pengen banget menceritakan tentang keluarga gua.
Kesibukan gua di sekolah membuat gua jarang banget ngadain q-time bareng keluarga. Di situ gua merasa sedih, tapi apa boleh buat, ini semua demi MIMPI (ea).

Jadi tanpa berbasa dan berbasi lebih lama lagi, gua akan memperkenalkan bokap gua. Namanya Tony Tandra. Beliau adalah sosok paling ganteng di rumah gua karena rumah gua isinya cewek semua. Di samping itu, beliau juga sosok yang paling ditakutin di rumah. Meskipun baik dan lucu, beliau itu tegas (kalo marah serem juga). Bokap gua itu udah kayak temen gua. Kita juga memiliki karakter yang mirip, bukan dia yang ke-feminis-an tetapi gua yang rada-rada ke-maskulin-an. Meskipun begitu, beliau suka banget masak. Spesialiti nya adalah memasak makanan Chinese. Tapi kalo disuruh bikin sushi mah jadinya kayak puing-puing habis kena tsunami ditambahin rumput laut.

(Bagi yang gatau, bokap = papi/papa/bapak/ayah ; nyokap = mami/mama/ibu/bunda.)

Kalo nyokap gua itu namanya Catharine Muliate. Gue ngefans banget sama beliau karena beliau itu menurut gue keibuan banget. Gua mah apa atuh... Tapi, satu karakter ibu yang gabisa beliau lakukan adalah memasak. Hari dimana dia masak adalah hari diet gua karena porsi makannya jadi sedikit (huehehe). Karena faktanya ukuran badan gua ga kalah sama babi hutan, artinya beliau ga pernah masak di rumah. Yang masak adalah mbak gua dan bokap gua. Meskipun masakan bokap gua jauh lebih enak, karena faktor kesibukan beliau hanya masak di hari Sabtu/Minggu.

And last but not least adalah kakak perempuan gua, dirumah dia dipanggil cece. Namanya adalah Aileen Tandra. Bulan Oktober nanti usianya 19 tahun. Dia beda 2 setengah tahun dengan gua yang usianya 16 tahun. Jujur aja, kadang gua gasuka banget sama dia. Tapi gua biasa aja karena dia mungkin juga gasuka banget sama gua (Ha ha ha). Meskipun begitu, gua bersyukur banget punya cici kayak dia karena kalo ada dia semua pasti rebes, contohnya adalah jadwal les kita berdua dulu. Juga pas gua udah keringet dingin nyariin berkas penting yang gua simpen 3 tahun yang lalu, ternyata dia masih inget. Ditambah lagi dia cantik, jadi kalo gua jalan di sebelah dia jadi merasa kayak duo anak cantik nan populer di sekolah gitu deh, padahal kalo orang lain yang liat mungkin kayak putri angsa dan upik abu kali. Oh iya, cici gua juga lulusan Sanur loh...

(here's a pic of us)
(Kiri-Kanan : Mami, Papi, Tamarin ; Depan : Aileen)


(cause the previous one looks a little distracted, here's another decent pic)
(Kiri-Kanan : Tamarin, Mami, Aileen, Papi)

Jadi itulah keluarga kecil gua. Kita berempat sih pastinya udah klop banget deh. Gua bersyukur banget terlahir di keluarga ini. 

Itu sekilas dari gua, gimana dengan kalian?

Kamis, 10 September 2015

Surat Dari Angela


Haiii guysss...
Perkenalkan nama gw Angela...
Gw ini temennya Tamarin sejak kelas 7.

Hmmm, mau cerita ahhhh...
Hari Senin dan Rabu kemaren, tanggal 7 dan 9 september, gw, Tam, dan Wiwin ikut lomba cerdas cermat di SMAK 5.  Awalnya sih cuma mau iseng-iseng berhadiah (sekalian mau cuci mata sih, abis kalo di Sanur, pemandangannya itu2 aja, paling cuma bapak2).

Senin kemaren merupakan hari yang sangat menyenangkan untuk Tamarin. Dia menemukan calon pangerannya di SMAK 5. Waktu itu, gw, Wiwin, dan Tamarin lagi nongkrong di lantai 1. Lalu, mata Tamarin langsung fokus memandang sebuah sosok di lantai 3. Tapi, pas dia bilang ke gw dan Wiwin, sosok tersebut udah masuk ke kelasnya. Jadinya, gw dan Wiwin ga liat mukanya.  karena ga kesampean buat kenalan, kita manggil dia the-third-floor-guy.

Oh iya, terus ada satu lagi, pas kita mau ambil nametag, Tamarin melihat sosok manusia ganteng lainnya yang lagi jualan cumi.  Hmm, menurut gw lumayan sih, tapi ga ganteng-ganteng amat.  Masih lebih gantengan anak perkap hahaha.  Karena ga kesampean lagi buat kenalan, kita manggil dia si cumi.

Tapi, diam-diam ada cowo yang ngincer Tamarin juga.  Cowo ini panitia lomba cerdas cermat. Jadi gini ceritanya, pas kita lagi dikasih banyak pertanyaan gitu, gw ngeliat nih cowo serius banget memandangi Tamarin sambil senyum-senyum. Sampai selesai lomba, biarpun kelompok kita kalah, cowo ini minta foto bareng-bareng (mungkin tadinya dia cuma mau foto berdua sama Tamarin, tapi takut awkward kali). Pas foto bareng aja, dia milih tempat pas di sebelah Tamarin. Wihhh, romantis banget deh pokoknya.

Hmm, kayaknya itu dulu ya ceritanya, jangan lupa kunjungi blog gw juga yaaa! (wawkerensekali.blogspot.com)

Xoxo,
Angela.

Jumat, 04 September 2015

Saturday? Really.

Good morning! Guten Morgen! Wie geht's ihr heute? 

Tadi pagi itu habis kelas Bahasa Jerman jadi masih terasa aura-auranya. Berhubung gua udah nyebutin kelas Bahasa Jerman, jadi sekalian aja deh gua ceritain kegiatan gua tiap hari Sabtu.

Pertama-tama, Sabtu itu merupakan HARI EFEKTIF SEKOLAH di Sanur alias ga libur. Berhubung nama gua terdaftar sebagai murid SMA Santa Ursula, so tiap Sabtu pun gua tetep bangun jam 5.45 (bersyukur rumah gua deket sekolah, ada yang jauh harus bangun jam 4 tiap hari).

Pagi-pagi buta (baca : buka mata susah) ini gua harus menjalani 1 jam pelajaran dulu sebelum kelas bahasa asing dan humaniora. Sesuai jadwal, kelas gua beruntung banget dapet pelajaran favorit semua anak i.e.matematika --> ironi.

Setelah bel berbunyi, jalan-jalan di Sanur pun jadi lebih parah dari arus mudik karena semua anak 3 angkatan mengalami perpindahan kelas sesuai minatnya masing-masing. Nah, setiap pagi gua kebagian kelas Bahasa Jerman. FYI, setiap anak harus ambil 1 kelas Bahasa Asing dan 1 kelas Humaniora. 

Gua suka kelas Bahasa Jerman karena ulangannya minim. Plus gurunya selow. Meskipun begitu, gua tetap merasa setiap detiknya berjalan kayak jam yang baterainya udah mau habis. Pasalnya, anak  SMA yang lahir di bulan Januari ini tidak menyukai pelajaran bahasa. --> tiba-tiba bahasa infotainment 

Lanjut fokus: 
Jadi kegiatan gua selanjutnya adalah humaniora siang yang kebetulan dapetnya Desain Grafis. Gua seneng banget pas dapet ini karena gua suka komputer dan teknologi, jadi setidaknya ga bego-bego amat tentang komputer. Ditambah lagi, guru-gurunya ternyata masih muda semua jadi asik dan selow. Namun, sepertinya kebaikan itu selalu diikuti oleh keburukan. Masalahnya, gua ga suka gambar dan kalo ngasih warna pasti norak. Jadi sekali lagi desain grafis bukanlah bidang yang bisa gua banggakan.

Setelah kelas Desain Grafis selesai, baru deh gua bisa pulang. Alleluya.

Nah, setiap hari sabtu itu gua punya temen yang udah kayak sepatu dan kaos kaki dengan gua karena kita nempel terus. Inisialnya adalah KL --> beda lagi dari yang di post pertama, biasa anak sosialita temennya banyak (huek). Dari kelas 11 kita itu sekelas, bahasa asing bareng, dan humaniora bareng. 

(kiri : Klaudia ; kanan : Tamarin)
(Sebagai ucapan terima kasih gua akan mempromosikan blog lu ya)
Dia juga anak tumblr : whenthegateshines.tumblr.com

Dia itu Cancer dan anaknya BAPER banget jadi maklum ya kalo dia agak lebay dan berperasaan.

Sekian post hari ini. Berhubung artikel ini dipost hari Sabtu, gua mengucapkan: Selamat Berakhir Pekan!